1.4.14



Pada matamu, aku ingin menjadi keindahan yang sederhana, sesederhana doa-doa yang kusematkan pada semesta. Semoga, kita adalah tulang rusuk yang saling melengkapi pada akhirnya. Kamu adalah; debar yang tak pernah pudar, rona merah di pipi dan seuntai senyum dalam pikiranku dan segala kenangan tentang kamu, adalah ingatan yang tak pernah ingkar.

“Tuhan, aku ingin mencintai dirinya lebih baik lagi dari hari – hari kemarin, aku ingin belajar bersabar dengan waktu untuk bisa lebih memahami tentang dirinya. Aku juga ingin mengerti tentang dirinya lebih baik lagi dari hari kemarin.”

Ternyata pada satu waktu di dalam sunyinya malam, tersadar bahwa aku mencintaimu dengan segala kebaikan yang selalu di puisikan oleh senja. Terbangun sadar dari lamunanku tentang kamu, aku merasakan takut. Takut kehilangan kamu.

29.3.14

Karena hanya ada satu

Karena hanya ada satu keinginan saat ini; adalah bisa bersama dengan kamu selalu dalam segala suasana.

Kamu hadir seketika dalam hidup ini, membawa banyak warna dan tawa. Bertemu dengan kamu itu membuat hati berbinar-binar. Iya, kamu membuat hati dan pikiran ini penuh dengan bintang - bintang. Dan bintang - bintang itu menari - nari dengan warna - warni pelangi. 

Aku tahu, kamu akan mengatakan aku sedang jatuh cinta, dan kamu benar adanya. Saat ini aku merasakannya; jatuh cinta. Kamu mau tahu rasanya seperti apa? Rasanya seluruh organ tubuh ini gemetar, saat kamu menciumku. Rasanya jantung ini berdegup keras saat kamu membisikkan kata - kata indah di hadapanku. Kamu membuat jiwa ini melayang - layang saat kamu menggenggam erat tangan ini.

Kamu berhasil membuat aku jatuh cinta, jatuh dalam cintamu. Karena hanya ada satu keinginan saat ini, memiliki cintamu sepenuhnya.