Showing posts with label PersonaL. Show all posts
Showing posts with label PersonaL. Show all posts

31.8.09

Love and Jealousy


Why jealousy always comes in your mind. Is that how you Love? Should be with our relationship has been running almost 3 years, you can better understand and know who I am. But the fact is you are increasingly not believe in me.
Yesterday you just made a fuss about a problem that I'm not important, and last night suddenly you are angry just because a friend sent me an sms asking news. How do I continue to trust you can give me? What else should I do?

I've been trying to contain his emotions and ego in me. I want to shout and say all feel in my heart. Not if you can feel how much I was afraid of losing you? How much I depend on with you? And it never occurred in my heart and mind, to far from you.

I want a relationship based in trust and mutual understanding. I learned to understand the attitude and yourself, so please help me understand more deeply.

17.4.09

Semalam Bersamamu...



Semalam aku pulang dari kantor di jemput kamu.
Mampir makan sate ayam Favourite bersama kamu.
Duduk termenung memandangi kendaraan yang lalu lalang sama kamu.
Sayup-sayup terdengar suara Adzan Magrib, dan aku shalat jamaah bersama kamu.
Melintasi jalan Jakarta yang macet bersama kamu.
Mendengar suara khas Rio Febrian di mobil bersama kamu.
Melepas lelah dan menguap bersama kamu.

Apakah masih ada yang kurang saat aku bersama kamu?
Apakah aku masih merasa 'kosong' saat bersama kamu?
Apakah aku merasa bosan saat bersama kamu?

Saat bersama kamu adalah hal yang indah..
Bersamamu selalu akan menjadi bagian dalam diriku..

With my Love 4 you 'til the end my Life

25.3.09

"Putus Cinta???"


Sejenak aku duduk termenung menatap layar komputer memandang YM dari salah satu teman. Aku baca statusnya yang mengudang perhatian "Putus Cinta buat sakit hati". Ada rasa geli saat membaca statusnya, karena jadi ingat bait salah satu lagu dangdut tempo doeloe..hihihi. Akhirnya aku menyapanya, dengan setuhan buzz yang kadang suka bikin BT penerimanya, dibalas Buzz aku dengan tulisan " Huhh...ngagetin aja deh loe",walhasil kami akhirnya YM an dan membahas tentang Statusnya.

Usut punya usut, ternyata teman ku ini baru aja diputusin sama pacarnya, dikarenakan pacarnya mau tugas keluar kota dan pacarnya belum siap untuk menjalin hubungan jarak jauh. Walaupn teman ku ini memaksa untuk mencoba mempertahankan hubungan mereka tapi tetap aja pacarnya itu tidak mau. Dengan beribu alasan, dan beribu elakan. Dari mulai pacaranya yang keparnoan kalau nanti teman saya itu selingkuh dan dekat dengan laki-laki lain, atau takut dibohongi dan segudang alasan lainnya. Sampai akhirnya teman saya menyerah dan mengikuti semua keinginan pacarnya itu.

Saya sangat terharu membaca YM yang dituliskan oleh teman saya itu, dan saya jadi membayangkan dan membandingkannya dengan diri saya dan pacar saya. Secara pacar saya punya planning untuk kerja di luar Indonesia, dan ini adalah keputusan yang kita sepakati bersama. Awalnya mungkin aku agak sedikit takut dan sulit menerima hal ini, tapi saya tahu ini semua nantinya untuk masa depan kita bersama. Pacar saya pun demikian, awalnya dia benar2 merasa takut dengan hubungan jarak jauh akan membuat jauh segalanya dalam hubungan ini.

Manusia boleh berusaha tapi Tuhan lah yang menentukan semuanya. Jodoh, maut dan rezeky semuanya sudah diatur oleh Sang Khalik. Dan aku percaya apabila memang dia adalah pasangan yang telah diutus Sang Khalik untuk menjadi pemimpin dan ayah dari anak-anak ku Insya Allah semua bisa dipertahankan dan dijaga. Dan dengan kalimat itu pula teman saya agak sedikit mulai bisa bersikap dan berpikir positif.

15.2.07

ON MY MIND..


Aku pikir, hidup didunia ini mengalami tahap-tahap perubahan. Waktu aku kecil aku hobby banget menghabiskan satu liter ice cream sendirian atau makan permen coklat sampai gigiku berlubang. Meningkat remaja, aku mulai memasuki fase puber, mulai menyukai pria, jalan –jalan ke Mall atau makan direstaurant fast food franchise dari negeri Paman Sam. Semuanya terkesan coba ini coba itu.
Aku juga tidak bilang aku bohong, kalau aku pernah mengalami masa – masa dimana aku kecanduan dan menikmati gaya hidup metropolis. Sebuah keasyikan tersendiri saat aku menghabiskan malam diklub dengan teman – teman dimana separuh dari mereka adalah orang – orang yang munafik, lalu seperempatnya ‘Penjahat Kelamin’. Lalu, menikmati makan enak di direstaurant bertarif mahal, dan hidup dilingkungan sosial yang dibilang cukup terpandang.
Setiap manusia juga mengalami fase jatuh cinta, dimana aku pernah merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kakak kelasku waktu aku masih duduk dibangku SMA. Tapi sekarang mungkin aku sudah lupa seperti apa bentuk wajahnya. Aku juga pernah mendapatkan seorang pria yang begitu mencintaiku, tapi aku meninggalkannya dengan didasari dengan alasan bosan. Itulah manusia tidak pernah merasa puas dan mensyukuri dengan apa yang telah diberikan oleh sang Pencipta-Nya.
Tentang masa lalu, semua orang pasti memilikinya. Setiap orang juga punya segelintir memori pahit. Misalnya, ketika aku tahu orang yang aku cintai justru tidak berarti untuk jadi milik kita. Atau mungkin pada suatu hari, kita merasa tak tahu harus melakukan apa dan seakan dipaksa untuk membuat keputusan sulit. Hidup akan terus bergerak. Tapi kalau menurut aku perubahan itu tidak dapat dipaksakan. Biarkanlah dia datang bila sudah waktunya. Karena segala sesuatu yang dipaksakan, apabila belum waktunya akan menjadi sia – sia.
Saat ini aku mulai merasakan Bosan dengan rutinitas yang kulalui. Ingin rasanya aku bisa lari meninggalkan semua rutinitas ini, meninggalkan semua rasa yang mengganjal dihati, meninggalkan semua kepalsuan dan kemunafikan yang ada disekelilingku.

























































7.2.07

Jakarta Bersedih....

BANJIR
Uhmmm..gilaakkk hari ini Boring banget, pengen cepat - cepat pulang. Tapi sampai rumah Boring juga, nggak ada kerjaan dan nggak bisa ngapa-ngapain. Enaknya ngapain yah?? Ada yang bisa kasih ide??..Please!
Anyway tadi teman-teman gw dimilis pada rame ngomongin masalah banjir yang melanda Jakarta beberapa hari yang lalu. Cerita dari mereka bermacam-macam, dari yang mulai jadi korban kemacetan sampai yang jadi korban rumahnya kebanjiran..

Ternyata hari Jumat tanggal 02 February kemarin tuh Jakarta benar-benar semrawut jalanan macet total karena banjir, listrik padam, sampai jaringan Telkom dibeberapa tempat enggak berfungsi. Kantor saya yang berada di bilangan Gatot Soebroto juga jadi korban kemacetan dan putusnya jaringan Telkom. Ruas jalan dipenuhi dengan kendaraan yang tidak bisa bergerak karena kejebak macet, begitu juga dengan jalan Tol yang menuju kearah Cikampek benar-benar nggak bergerak. Para penumpang kendaraan umum banyak yang memutuskan untuk berjalan kaki karena tidak sabar, pengendara motor berhenti dan mereka duduk dipinggir trotoar, dan sebagian karyawan dikantor ini banyak yang memutuskan untuk tidak membawa pulang kendaraannya. Semua ini terjadi karena banyak ruas jalan yang digenangi dengan air yang meluap dari kali. Sehingga menyebabkan jalan menjadi terhambat dan banyak kendaraan yang mogok.

Pada hari itu saya memutuskan untuk tidak langsung pulang kerumah, karena kebetulan saya udah berjanji dengan sahabat saya untuk bertemu di salah satu tempat makan favourite kami dibilangan Kuningan. Walhasil pada hari itu saya memutuskan untuk berjalan kaki dari kantor sampai menuju lampu merah kuningan dan naik kendaraan umum. Untungnya didaerah kuningan tidak terlalu macet bahkan bisa dibilang sepi. Sesampai disana saya langsung menuju ketempat kami bertemu dan memesan secangkir Tea. Ternyata teman saya telat 30 menit gara-gara terjebak macet didekat Four Seasons Hotel karena waduk / kali setiabudi meluap. Hari itu kami lewati dengan ngerumpi tentang macet, makan dan Nonton Bioskop sampai jam 23.00wib.

Ternyata sampai keesokan harinya banjir semakin besar. Banyak orang yang kehilangan harta bendanya, rumah mereka hancur bahkan sampai ada korban yang meninggal dunia, karena terbawa arus air. Peristiwa banjir tahun ini memang lebih dahsyat dibanding peristiwa banjir tahun 2002. Hal ini terjadi karena banyaknya pembangunan Infrastruktru yang menyebabkan berkurangnya taman kota dan lahan untuk aliran air. Belum lagi ditambah dengan warga yang tidak teratur membuang sampah tidak pada tempatnya dan semakin meningkatnya pemukiman liar. So..marilah kita bersama - sama dengan Pemerintah memikirkan solusi yang tepat untuk masalah banjir ini kedepannya.

Untuk kalian yang kena musibah ini, saya turut prihatin. Semoga kalian bisa diberikan ketabahan dalam menghadapinya.



6.2.07

In Your Eyes


Dalam Matamu...

Saya tidak pernah melihat mata yang begitu indah,seperti matamu. Saya berusaha untuk mencari tahu tentang perasaan dan isi hatimu lewat mata indahmu, tapi saya tidak mendapatkannya.

Waktu masih menunjukan pukul empat sore, tapi mengapa awan begitu gelap sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Saya mengalihkan pandangan kejendela, terlihat jalanan begitu macet dipenuhi dengan kendaraan yang lalu lalang. Huhhh..Jakarta memang nggak pernah sepi. Sayup – sayup terdengar alunan suara khas James Blunt dengan single You’re Beatifull nya. Tiba – tiba mata saya tertumbuk dengan Lelaki yang duduk tepat diseberang meja saya. Postur tubuhnya tinggi dengan berat badan yang seimbang, kulitnya berwarna coklat, dan rambutnya yang hitam. Semuanya terlihat biasa saja, hanya satu hal yang menarik. Saya suka dengan kedua bola matanya dengan dikelilingi bulu mata yang lentik. Bulu mataku saja tidak sebagus dia.Mata itu begitu teduh membuat saya merasa nyaman memandangnya. Saat itu saya tidak menyadari saking asyik memandangnya, sampai saya baru tersadar dan mengalihkan pandangan kearah lain, karena lelaki itu ternyata juga memandang saya dengan ekspresi muka yang bingung. Mungkin dia bingung kenapa dari tadi saya memandanginya. Huuuuhhh…jadi malu!

Saya kembali focus membaca salah satu artikel di majalah yang baru saja saya beli, judulnya ‘Mengatasi Rasa Bosan’. Aku rasa artikel itu cocok dengan keadaanku saat ini. Entah kenapa perasaan bosan itu tiba-tiba datang, padahal saya punya banyak teman-teman yang menyayangi saya dan peduli dengan keadaan saya. Saat ini saya merasa ingin sendiri, melakukan sesuatu yang berbeda dan menjauhkan diri dari rutinitas saya yang membosankan. Tapi saya bingung apa yang saya ingin lakukan. Hmm…saat ini saya Cuma bisa duduk di Coffe shop ini sambil memandangi orang –orang yang sedang asyik bercengkrama dengan pasangannya atau sekedar berbagi cerita dengan teman-temannya. Dan mata saya kembali tertuju kepada lelaki yang duduk diseberang saya. Lelaki itu sepertinya sedang menunggu seseorang, mungkin temannya atau bisa juga kekasihnya. Perlahan saya menghirup Cammomile tea yang tadi saya pesan. Saya suka dengan Aroma bunga Cammomile. Membuat saya sedikit lupa dengan masalah yang menggelayuti pikiran saya.

Jadi teringat pagi tadi saat saya sedang menikmati sarapan pagi, tiba-tiba mama menghampiriku dan duduk disebelahku. Perlahan dia mengambil cangkir teh didepannya dan menghirupnya. Lalu dia mulai membicarakan masalah pesta pernikahan tetangga sebelah rumah yang rencananya akan dilangsung dalam waktu dekat ini. Dan kebetulan kami sekeluarga sudah menganggap tetangga kami itu seperti saudara. Jadi nggak heran kalau mama ikut berpartisipasi jadi seksi repot pada acara itu. Mama mulai berbicara membahas masalah catering, dekorasi pelaminan, sampai masalah tatarias pengantin. Saya sudah bisa menebak akhir pembicaraan ini, pastinya mama akan bertanya tentang diriku. Kapan saya menikah??? Pertanyaan yg sulit untuk saya jawab. Mama terus mengoceh kalau nanti saya menikah saya harus inilah…harus itulah....mama kadang suka mengkhayal. Padahal calon suami aja belum kelihatan wujudnya!

Setiap perempuan pasti punya keinginan untuk menikah, punya anak dan suami yang mencintainya. Tapi tentunya semua itu butuh satu proses untuk mendapatkan keinginan itu. Mama saya selalu bilang kalau saya terlalu pilih – pilih. Padahal menurut saya hal itu wajar kok, manusia itu hidup selalu dihadapkan dengan suatu pilihan. Apalagi menyangkut soal Pria yang akan menjadi pendamping dalam hidup kita. Pilihan yang saya maksud disini bukan berarti pilihan yang lebih condong kearah materi loh atau dari segi fisik. Tapi pilihan yang saya maksud disini adalah plihan hati… Gubraakkkkk!!!!! Suka kumat deh mellow nya. Udah ahh..nggak usah bahas itu deh, bikin gerah ingatnya!

Diam –diam kedua bola mata saya tertuju kearah Lelaki bermata indah itu. Dia masih duduk disana. Masih asyik dengan sebatang rokok putih, yang mungkin sudah menjadi rokok kesekian yang dihisapnya pada sore itu. Hmmm…ternyata dia mempunyai bentuk rahang yang bagus dan bibir yang tipis, Oh God… sempurna! Damn…!! Untuk kedua kalinya mataku bertumpuk dengan mata indahnya. Dan kali ini saya benar-benar nggak bisa mengelak lagi. Huhh..ketahuan deh kalo saya memperhatikannya. Untungnya HP lelaki itu berbunyi, dia sibuk merogoh kantung celananya mengeluarkan HP nya dan kini dia sedang asyik berbicara dengan si penelpon. Tak lama kemudian dia beranjak meninggalkan bangkunya, sambil membawa bungkus rokok putih diatas meja yang dari tadi menjadi temannya. Kedua mata indah itu kini memandang kearah saya, dan dia berjalan meninggalkan Coffe Shop dimana masih ada saya didalamnya..and He’s Gone!!

Sekarang saya kembali dengan kesendirian saya dan kembali saya hidupkan rokok putih saya untuk yang ketiga kalinya. Hmmm…ada enaknya juga suasana seperti ini, menghabiskan waktu sendiri tanpa perlu bicara basi dengan orang lain atau mendengarkan cerita – cerita mereka yang kadang membuat aku makin penat.

Sekarang hanya ada saya dan orang –orang disekitar yang tidak mengenal saya.



1.2.07

MALAM

“ I’am a junkie…can’t get enough…am totally addicted, hooked on the rush.. I’m Junkie, that’s what I am…Looking for excitement…”

Lagu wajib kawula muda berkumandang keras memekakan telinga. Diruangan gelap penuh asap itu berceceran manusia dengan beragam gaya. Semua berlomba – lomba menunjukkan betapa kebahagian itu tidak sulit untuk direngkuh. Jadilah manusia malam, karena malam tidak menuntut penerangan jiwa. Malam menerima keberadaan yang apa adanya. Malam tidak peduli dengan rambut yang mulai lepek karena keringat, eye-liner yang luntur, dan mulut ngelantur. Bahkan malam melindungi keriput dan terbiasa dengan ketidakbiasaan. Klub ini cukup berhasil menciptakan Suasana nyaman bagi para pendatang yang sedang melarikan diri dari masalah dan kenyataan hidup yang sedang mereka hadapi. Dengan ruangan yang tidak terlalu besar (juga tidak terlalu kecil) dan pendingin yang memadai, aku bisa menikmati malamku sendiri.

Meja disebelah kanan bar penuh dengan wajah-wajah yang biasa kulihat menghiasi halaman belakang sebuah majalah wanita bulanan. Perempuan-perempuan cantik yang entah apa pekerjaannya mereka berhasil menyandang predikat Socialite. Hanya karena orang akhirnya tahu dengan siapa mereka menikah dan apa pekerjaan pecundang yang mereka nikahi. Meja sebelahnya, dipesan seorang penyanyi yang baru saja meluncurkan albumnya. Masih kosong, belum datang rupanya. Hmm..aku bayangkan pasti nanti dia akan datang dengan serombongan wanita –wanita cantik berdada montok yang rela melakukan apa saja demi semalam bersamanya. Tapi segera kubuang jauh – jauh pikiran itu.Lama – lama aku bisa menjadi seorang pengunjing. Aku tidak mau memulainya walau hanya membatin.

“ Mau pesan minum apa, Mbak?” sapa waiter klub dengan kesopanan dan dandanan yang nyentrik. Aku paling sebel sama orang yang bertanya atau menyapa tanpa menyelipkan obyek dalam awal atau diakhir kalimat. Mau kemana?,Butuh berapa banyak?, nggak jelas bicara sama siapanya. Menurutku kalimat seperti itu tidak lengkap dan tidak sopan.

“ Mbak jadi mau pesan minum apa? “ ulang sang waiter. “ Margarita Frozen, Mas” jawabku buru-buru aku nggak mau dikira tuli. “ Tunggu sebenta, Mbak”
Waiter itu berlalu didetik berikutnya. Pandanganku kembali menyapu ruangan. Wanita - wanita dimeja ‘Famous People Only’ tadi kulihat mulai lebih semangat lagi bergoyang. Mungkin sebagian sudah pada mabuk. Atau mungkin juga hanya sok Asyik.Diatas meja mereka kulihat hanya ada dua botol anggur padahal jumlah mereka cukup banyak. Ada sekitar delapan orang. Dua Gay timur tengah masuk bergandengan memaksaku menghela napas dan untuk selanjutnya menarik kembali napas dalam – dalam. Serombongan anak muda mengikuti dibelakang ‘galih-galih’ tadi. Dari dandanannya aku yakin mereka pasti habis pulang dari pesta pernikahan. Gaun malam panjang mengembung tembus pandang bak seorang Cinderella membunuhku perlahan –lahan. Pants, that’s me.

“ Silahkan Mbak, mau bayar sekarang atau open bill?” sang waiter tiba-tiba membuyarka lamunanku. “ Saya bayar “ jawabku seraya menyerahkan kartu kredit. Meja-meha disekelilingku mulai terisi dan klub mulai hiruk pikuk dengan manusia yang entah kapan datangnya. Dari mana saja datangnya orang orang ini? Are they really happy as they seem? But who cares??.

Setelah aku bosan dengan suasana disana aku memutuskan untuk pulang kerumah, cukup sudah aku berada ditempat ini. Aku hanya ingin membuang sedikit kepenatanku dan mencari hiburan yang berbeda.



29.1.07

.....TAKSI.....

Sepertinya Jakarta semakin hari semakin berasap. Aku mengibaskan tanganku untuk mengurangi sedikit asap knalpot metromini yang barusan lewat didepanku. Disampingku seorang penjual rokok yang sedang menghisap rorok sesekali melirik sungkan kearah kirinya, seorang wanita hamil tua dengan gincu merah menyala yang menurut anak sekarang “enggak banget deh!”.

Pada kemana para supir taksi, makiku dalam hati. Memang inilah resiko hidup di Jakarta yang tidak teratur dan tingkat kriminalitas yang setiap hari semakin tinggi. Aku melihat keadaan sekelilingku, begitu banyak manusia yang berdiri menunggu kendaraan. Ada kumpulan wanita yang asyik mengobrol sambil sesekali memperhatikan bus yang lewat, ada lelaki muda dengan kemeja putih dan celana hitam memegang amplop berwarna coklat kalau bisa aku tebak pasti lelaki itu habis mencoba peruntungan nasibnya melamar kerja disalah satu perusahaan, ada tukang otak-otak yang sedang sibuk membakar arang sehingga membuat paru-paruku betambah sesak, tiga orang anak – anak tanggung dengan gitar yang sudah tidak jelas bentuknya dan satu gallon air kosong. Para tukang ojek yang sibuk menawarkan jasanya ojeknya kepada orang yang baru turun dari bus atau yang sedang lewat.
Sekilas aku kembali melihat perempuan hamil berbibir merah yang kelihatannya mulai tidak suka dengan penjual rokok yang mulai mengasapinya. Mungkin perempuan itu berhak melakukannya, karena dia bukan ikan bandeng yang harus diasapi. Karena gerah dengan gerutu si perempuan akhirnya penjual rokok itu akhirnya mematikan rokoknya. Tetapi toh halte belum terbebas dari asap. Dari arah berlawanan Pemuda kribo berkemeja junkies menyalahkan rokok putih yang baru dibelinya dari si penjual rokok tersebut. Ia terus menghisap rokok tersebut tanpa beban. Yah, tanpa beban. Ia pasti belum menikah , tidak ada cincin kawin dijarinya. Beda dengan si penjual rokok. Pasti istrinya pernah hamil, maka empatinya lebih tebal. Aku berani mengatakan empatinya lebi tebal karena dia mematikan rokoknya yang belum layak jadi puntung. Empatiku juga jauh lebih tebal karena aku bisa menahan keinginanku untuk merokok.

Tiieenn..tieennn..Aku melihat mobil sedang dengan logo burung cendrawasih diatasnya. Aku langsung reflek melambaikan tanganku kearah mobil sedan berwarna biru itu. Huhhh..akhirnya aku bisa mendapatkan taksi juga dan pulang kerumah orang tuaku dimana didalamnya aku bisa melihat senyum dari si mungil yang selalu menyambut kepulanganku.