Showing posts with label Nice. Show all posts
Showing posts with label Nice. Show all posts

30.8.10

Diatas Langit

Ribut saja mereka. Mereka selalu meributkan tentang langit diatas langit. Lihat saja mereka, saling tarik urat meributkan sesuatu yang tidak bisa dilihat. Diatas langit ada langit. Diatasnya atas langit, ada langit lagi. Begitu seterusnya.

Siapa yang bisa melihat isi dibalik langit biru itu. Waktu kecil ibuku bilang,"diatas langit itu ada Istana yang sangat besar, dimana para penghuninya adalah pangeran yang tampan dan putri yang cantik, juga ada bidadari dan malaikat". Aku suka apabila ibuku bercerita tentang istana diatas langit. Aku suka memandang langit, berharap penghuni langit menunjukkan wujudnya. Saat cuaca cerah disore hari langit berwarna biru muda, dan matahari bersembunyi dibaliknya imajinasiku berkata, pasti para penghuni Istana langit sedang bermain dan bergembira. Diwaktu malam, langit menjadi gelap dan aku semakin menyukainya. Karena bintang terlihat bersinar menghampar diatas langit yang gelap seakan-akan memberitahuku kalau para penghuni Istana langit sedang mengadakan pesta dansa yang meriah. Dan aku suka tidur diatas langit gelap dengan bintang yang bersinar,memandangnya dan terlelap dibuai mimpi indah.

Pandanglah langit, jika aku memandangnya aku merasa begitu kecil. Tak pernah ada ujungnya langit itu. Tak pernah bisa menebak dimana puncak langit. Walaupun aku berdiri diatas bukit yang tinggi, tetap saja aku tak dapat melihat ujung langit. Aku tak bisa menyentuh langit. Walaupun aku berusaha untuk melemparkan diriku keatas sana, aku tetap tak bisa menyentuh langit. Langit terlalu tinggi untukku, terlalu jauh untuk kusentuh. Memandang langit membuat aku sadar, kalau aku hanya manusia yang begitu kecil dan tidak sempurna.

19.8.10

Taman Rindu

Pernah nggak sih menahan rasa rindu. Memendam rasa rindu didadamu, dan membiarkan rasa rindu itu menari di hatimu. Rasanya sangat indah. Seperti ada alunan musik dan iringan penari di hatimu. Membuatmu tersenyum-senyum malu, pipimu bersemu merah dan matamu bersinar. Tak percaya? Pandanglah wajahmu dicermin saat kamu sedang merindu akan seseorang.

Aku tak pernah merasakan rindu seperti saat ini. Mungkin pernah, dulu. Dan saat ini aku kembali merasakan rasa rindu itu lagi. Tak bisa kutuliskan dan kulukiskan rasa rindu yang sedang aku rasakan saat ini. Yang aku tahu, aku hanya bisa tersenyum simpul,pipku terasa panas dan hatiku bergetar saat aku merindu akan dia. Aku takut rasa rindu ini pergi, tiap detiknya selalu saja aku menyiramnya dengan bayangan akan dia. Bayangan tentang dirinya. Dan rasa rindu itu menjadi semakin berkembang.

Rindu akan dirinya membuat aku perlahan lahan menjadi 'gila'. Tiap memandang wajahku dengan cermin, aku tersenyum. Saat aku berjalan dan angin meniup rambutku aku merasa jantungku bergetar. Dan saat aku sedang membayangkannya wajahku menjadi panas dan pipiku memerah. Aihh..Rindu..oohh Rindu. Indah sekali rasanya.

Aku tak mau kehilangan rasa rindu ini. Tak ingin aku meluapkan rasa rindu ini. Biarkan saja rasa rindu ini tumbuh berkembang didalam hati dan jiwaku. Rindu akan menjadi rindu yang indah. Dan tumbuh menjadi taman bunga yang cantik, dan didalamnya ada aku dan dia.

28.4.09

Aku adalah Kebahagian


Aku adalah kebahagian.
Jika kau memburuku, maka kau tidak akan pernah bisa menangkapku.
Jika kau menginginkanku diatas segalanya, aku akan jadi milikmu.
Jika kau mencariku dalam bentuk khusus, aku akan mengecewakanmu.
Jika kau menemukanku dalam bentuk khusus, aku akan pergi sewaktu kau tidur.
Jika kau adalah seorang pencari sejati, maka raihlah dibalik dirimu.
Dimana perdamaian dan rasa tidak bersalah berada, disana aku akan akan memasang tendaku.
Cinta adalah cangkir satu-satunya yang aku buat minum.
Kau tidak bisa mengambilku, aku hanya bisa diterima.
Kau tidak bisa membeliku , aku hanya bisa diberikan.
Hanya ketika kau melupakanku aku akan datang.
Aku tidak pernah sendirian, selalu terbagi.
Kabahagian begitu sederhana, apaun yang terjadi.
Pilihlah aku sekarang, karena aku adalah Kebahagian.

Noted : The Ultimate Happiness

10.12.07

Laila & Majnun



Pernah dengar dongeng 1001 malam, yang didalamnya banyak kisah - kisah romantis dijaman kerajaan jaman dahulu kala. Contoh simplenya : Cinderalla, Putri Salju, Sleeping Beauty, Romeo & Julliet, Shakspare in Love atau kisah tentang Playboy asal Venesia yang dikenal dengan nama Casanova. Kalau kita perhatikan kisah Dongeng 1001 malam itu tidak pernah hilang ditelan jaman. Dulu waktu saya kecil saya begitu terinspirasi dengan Dongeng 1001 malam, tiap saya sedang di hukum oleh ibu saya karena kesalahan yang saya perbuat, saya selalu berkhayal akan datang Pangeran tampan dengan kuda putih menjemput saya dan melepaskan saya dari hukuman ibu saya.

Tapi dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur saya, akhirnya kisah dongeng 1001 malam hilang begitu saja dalam diriku. Sampai akhirnya saya menemukan salah satu buku roman dengan judul Laila-Majnun karangan dari Nazmi penulis dari Persia. Laila-Majnun ini adalah cerita kisah nyata dari negara jazirah Arab,menceritakan tentang kisah percintaan dua insan yaitu Laila dan Majnun. Inti ceritanya adalah tentang kisah cinta keduanya yang begitu tulus dan mengharukan,cinta yang dipisahkan secara paksa ,sehingga kisah mereka terkenal diseluruh jazirah Arab. Majnun yang rela kehilangan segalanya, keluarganya, kerabatnya, bahkan dia rela menjauhkan diri dari orang - orang,sampai terakhir dia harus kehilangan jiwa dan pikirannya. Semua karena rasa cintanya yang begitu hebat kepada Laila. Rasa cintanya dituangkan dalam bentuk syair-syair yang sangat Indah, syair-syair yang begitu spontan keluar begitu saja dari pikirannya. Kisah cinta tragis ini harus berakhir dengan kematian. Hanya dengan kematianlah mereka bisa bersanding bersama.

Kata orang cinta itu buta, cinta itu adalah pengorbanan dan air mata dan cinta juga bisa membuat seseorang menjadi begitu bahagia. Bila kita jatuh cinta kita akan melakukan apa saja untuk pasangan kita. Tapi kalau kita pikirkan kembali, pernahkah kita merasakan rasa cinta yg begitudalam kepada Sang Pencipta kita, Dia yang telah meniupkan ruh kedalam jiwa kita, Dia yang selalu menjaga dan melindungi kita dan Dia yang tidak pernah lelah memperhatikan kita, dan Dia yang selalu memberikan Cinta yang tidak ada bandingannya dengan apapun?. Saya rasa pasti sulit untuk menjawabnya.

Cinta adalah Anugerah yang paling indah dari Allah SWT, yang harus kita jaga dalam hati dan sikap kita. Alangkah indah jika kita bisa memberikan Cinta kepada orang yang juga bisa mencintai kita. Dan kisah cinta yang indah dengan akhir yang bahagia tidak hanya ada di dongeng 1001 malam. Tapi akan selalu ada di sekitar kita.

26.1.07

Chocolate & Rice


Saya suka udara pagi ini, begitu sejuk dan mengeluarkan aroma yang saya sangat suka. Aroma tanah yang basah karena terguyur hujan semalam. Pagi ini pun jalanan bersahabat, karena tidak terlalu macet dan saya tidak perlu berlari-lari mengejar mesin absent dikantor saya. Sepertinya suasana kantor dihari ini tidak terlalu sibuk seperti kemarin, mungkin karena ini hari terakhir kerja dalam minggu ini, karena besok libur. Ditambah lagi kemarin ada RUPS, dimana hampir semua Direksi dari kantor Pusat datang kekantor ini. Jadinya semua orang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya agar terlihat rapi dan laporan mereka selesai. Namanya aja orang Indonesia kalau didepan Bos langsung deh pasang aksi dan senyum terbaik (kalau ada yang tersinggung saya minta maaf) hehehe…

Hari ini memang hari yang baik untuk saya karena tanpa diduga-duga saya mendapatkan hadiah coklat dari teman saya yang cantik, Vera. Vera bekerja diperusahaan yang kebetulan satu lantai dengan perusahaan tempatku bekerja. Kesan pertama kali saya bertemu dengan Vera yang ada dibenak saya adalah dia keturunan atau campuran antara Indonesia dan salah satu Negara di Timur Tengah. Kulitnya putih bersih, Postur tubuhnya tinggi dan paras wajahnya seperti orang Jordania atau Pakistan tentunya dengan ciri khas bentuk hidung mancung dan mata yang besar. Tapi ternyata dia adalah orang Indonesia tulen. Jika kita belum mengenal Vera tentunya akan mengira kalau Vera itu sombong atau orang yang pendiam. Tapi kalau kita sudah mengenalnya pasti akan betah ngobrol berlama – lama dengannya sambil sesekali memandang wajahnya yang cantik. Beberapa waktu yang lalu saya pernah janjian dengannya di mall favourite saya yaitu Ambassador Mall, huahahah..narsis yah!. Kita duduk disalah satu Coffe Shop sambil ngerumpi dan menikmati orang-orang yang sibuk berlalu lalang. Kami berbincang tentang banyak hal, tentang pekerjaan kami yang hampir sama, tentang tempat makanan favourite, sampai dengan tipe pria yang kami suka. Ternyata menghabiskan waktu bersama Vera ditemani dengan Cappucinno sangatlah menyenangkan.

Whoaahh..jadi ngantuk nih! Udara diluar kayaknya udah mulai mendung ditambah lagi AC dikantor ini kayaknya makin hari makin bertambah dingin. Duh..jadi nyesel hari ini ngk bawa Cardigan, padahal tadi pagi mama udah menyarankan saya untuk membawa Cardigan Hitam saya itu. Karena hari ini hari Jumat, setengah penghuni kantor ini pasti pergi makan siang diluar kantor mencari mall terdekat sambil cuci mata. Duhhh..enak banget yah, sayangnya saya ngk bisa meninggalkan pekerjaan saya ini yang nggak pernah berhenti. Dari makan, bekerja, belajar , bengong saya pasti akan duduk manis dibangku saya ini, kecuali kalau saya terasa ingin mengeluarkan ‘sesuatu’ pasti tidak dibangku ini, huahahah…Eittts...satu lagi sama kalau lagi mau Sholat menghilangkan kepenatan dikepala saya dan menjalankan kewajiban saya kepada Nya pastinya di Musholla donk.

Wah nggak terasa udah pukul 11.33am waktunya makan siang telah tiba. Tapi saya masih terasa sangat kenyang, mungkin karena tadi pagi saya udah ‘Nyabu’ + 2 Sate Usus + Teh manis buatan Acep ( biasa sarapannya orang Indonesia kan harus yang ‘nampol-nampol’, beda sama orang Bule yang sarapannya susu + roti gandum or sereal, hehehe..). Saya juga heran, kenapa yah kebanyakan atau rata-rata orang yang saya temui mereka itu merasa belum makan berat, kalau belum ketemu dengan nasi, biarpun udah makan roti ukuran ‘big’ atau makan Seporsi Mie ayam + Bakso tetap aja kalo belum ketemu yang namanya Nasi mereka bilang ‘belum makan’ atau mereka merasa makan nggak teratur, aneh kan???. Coba apa bedanya makan seporsi mie ayam bakso dengan sepiring nasi+lauknya?? Menurut saya sama saja, karena keduanya mengandung karbohidrat dan sama mengenyangkannya. Tapi itulah ‘Indonesia’, terbiasa dengan satu kebudayaan dan adat istiadat yang sudah turun menurun.

I think now timed to break for me…